Jakarta – BEM SI BSJB menyatakan dukungan terhadap langkah Polri dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, mengingat periode tersebut identik dengan meningkatnya aktivitas masyarakat, mobilitas arus mudik, kepadatan di pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, maupun tempat ibadah yang berpotensi menimbulkan berbagai kerawanan kamtibmas.
Dalam pandangannya, kondisi menjelang Lebaran tidak hanya membutuhkan kesiapan aparat keamanan, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa, untuk bersama-sama menciptakan suasana yang aman, tertib, dan kondusif. BEM SI BSJB menilai bahwa kehadiran Polri melalui langkah pengamanan terbuka maupun tertutup, pengaturan arus lalu lintas, patroli di titik-titik rawan, serta antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan merupakan bentuk komitmen negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat yang sedang mempersiapkan perayaan Idul Fitri.
Lebih lanjut, BEM SI BSJB mengajak seluruh mahasiswa dan pemuda agar ikut menjaga stabilitas lingkungan masing-masing dengan tidak menyebarkan informasi bohong, tidak terpancing provokasi, serta mengedepankan sikap bijak dalam menggunakan media sosial, terutama di tengah maraknya isu-isu yang dapat memecah belah masyarakat atau memunculkan keresahan publik. Menurut BEM SI BSJB, mahasiswa sebagai bagian dari elemen intelektual bangsa memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi pelopor terciptanya suasana yang sejuk dan damai, bukan justru memperkeruh keadaan melalui narasi-narasi yang kontraproduktif.
“Dukungan kepada Polri dipandang bukan sekadar bentuk keberpihakan kepada institusi, melainkan bagian dari kepedulian bersama untuk memastikan masyarakat dapat melaksanakan ibadah puasa, perjalanan mudik, dan perayaan Idul Fitri dengan rasa aman dan nyaman.” ujarnya.
BEM SI BSJB juga menekankan pentingnya membangun kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah, unsur kampus, organisasi kepemudaan, serta masyarakat sipil agar setiap potensi gangguan kamtibmas dapat diantisipasi secara dini.
“Dengan adanya sinergi tersebut, diharapkan berbagai kerawanan seperti kemacetan, kecelakaan lalu lintas, kriminalitas jalanan, penumpukan massa di lokasi tertentu, hingga potensi konflik sosial dapat diminimalisir.” pungkasnya.





