JAKARTA – Tokoh teknologi muda sekaligus pengusaha yang dikenal sebagai mantan peretas (hacker), Tyovan Ari Widagdo, menyatakan dukungan penuh terhadap program Asta Cita yang diusung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Tyovan menekankan bahwa kedaulatan digital harus menjadi prioritas utama agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain utama di kancah teknologi global.
Tyovan, yang pernah masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30, menilai bahwa poin-poin dalam Asta Cita—khususnya mengenai kemandirian bangsa dan penguatan sumber daya manusia—sangat relevan dengan kondisi keamanan siber saat ini.
“Kedaulatan digital adalah bentuk kemerdekaan baru. Kita harus memastikan bahwa data, infrastruktur, dan talenta digital kita benar-benar mandiri dan terlindungi dari intervensi asing,” ujar Tyovan dalam sebuah diskusi bertema masa depan IT Indonesia.
Sebagai sosok yang kini aktif membangun ekosistem startup dan pendidikan digital melalui platform seperti Bahaso, Tyovan melihat Asta Cita sebagai peta jalan yang tepat untuk menciptakan bonus demografi yang produktif secara digital. Ia mendorong pemerintah untuk terus memperkuat pertahanan siber nasional sebagai bagian dari kedaulatan NKRI di ruang siber.
“NKRI harga mati, tidak hanya di darat, laut, dan udara, tetapi juga di ruang digital. Saya mendukung penuh langkah pemerintah dalam mengonsolidasikan kekuatan talenta lokal untuk menjaga keamanan data nasional dan mewujudkan kedaulatan digital yang sejati,” tambahnya.
Dukungan dari pakar teknologi seperti Tyovan diharapkan mampu menginspirasi generasi muda untuk berkontribusi positif dalam dunia IT demi mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional sesuai visi besar pemerintah.





