BEM Pesantren Lakukan Aksi Spiritual untuk Jaga Stabilitas Nasional

Ahmad Tomy Wijaya Korpus Bem Pesantren
Ahmad Tomy Wijaya Korpus Bem Pesantren

Jakarta, 13 Mei 2026 – Koordinator Pusat BEM Pesantren Seluruh Indonesia, Ahmad Tomy Wijaya, menyampaikan bahwa pihaknya telah melaksanakan kegiatan “Ruqyah Kebangsaan” di kawasan Komunitas Utan Kayu pada Rabu, 13 Mei 2026. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk respons moral dan spiritual pasca lokasi itu digunakan untuk diskusi yang dinilai mengandung unsur provokasi dan dugaan narasi makar terhadap pemerintah.

Menurut Ahmad Tomy Wijaya, gerakan tersebut merupakan simbol ikhtiar kebangsaan untuk menjaga persatuan nasional serta mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar tetap menjunjung nilai demokrasi yang berlandaskan konstitusi dan etika kebangsaan. Ia menegaskan bahwa kebebasan berpendapat harus tetap berada dalam koridor hukum dan tidak boleh menimbulkan kegaduhan yang berpotensi mengganggu stabilitas negara.

“Kami ingin ruang publik tetap menjadi tempat yang sehat untuk berdialog, bukan menjadi arena provokasi yang dapat memecah belah bangsa. Ruqyah Kebangsaan ini adalah bentuk doa dan ikhtiar moral agar Indonesia tetap damai dan kondusif,” ujar Ahmad Tomy Wijaya dalam keterangannya.

Sebelumnya, BEM Pesantren Seluruh Indonesia juga telah menyampaikan sikap resmi terkait sejumlah pernyataan dalam forum diskusi di Komunitas Utan Kayu yang dinilai berpotensi menimbulkan tafsir ajakan di luar mekanisme konstitusi. Organisasi mahasiswa pesantren tersebut meminta aparat penegak hukum melakukan kajian dan penyelidikan secara objektif, profesional, dan transparan demi menjaga stabilitas nasional.

Aksi Ruqyah Kebangsaan tersebut disebut sebagai bagian dari komitmen mahasiswa pesantren dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta memperkuat nilai persatuan di tengah dinamika politik nasional.

Pos terkait