Solidaritas Indonesia Timur Rayakan HUT ke-112 Kota Malang Lewat Sepak Bola INTIM Damai

Muhlis Tajudin Tokoh Masyarakat Maluku Utara Di Malang
Muhlis Tajudin Tokoh Masyarakat Maluku Utara Di Malang

Malang – Pada tahun 2026 ini, Kota Malang akan genap berusia 112 tahun. Untuk berpartisipasi merayakan HUT Kota Malang ke-112 tahun ini, beberapa komunitas dan organisasi kemasyarakatan Indonesia Timur (INTIM) berencana menggelar Turnamen Sepak Bola Piala INTIM Damai. Hal tersebut juga sedang dimusyawarahkan bersama Malang City Football Academy (MCFA), Malang Internasional Football Academy (MIFA), Solidaritas Generasi Muda Papua (SGMP) dan lain-lainnya. Tokoh pemrakarsanya diantaranya adalah Arie Ferdinand Waropen, Muhlis Tajudin, Fahrial Yunus Abbas, Sam WES dan lainnya.

Arie Ferdinand Waropen yang menjadi tokoh Solidaritas Generasi Muda Papua (SGMP), menyampaikan bahwa prakarsa Turnamen Sepak Bola Piala INTIM Damai ini, bisa menjadi salah satu langkah progresif untuk membangun pembauran kebangsaan, serta penyebaran semangat perdamaian dan cinta tanah air, bagi seluruh masyarakat di Malang Raya. Yang diprakarsai oleh masyarakat Indonesia Timur yang ada di Malang Raya. Sekaligus sebagai bentuk partisipasi nyata untuk merayakan HUT Kota Malang ke-112 tahun.

“Masyarakat Indonesia Timur di Malang Raya semuanya cinta damai dan cinta tanah air. Solidaritas kita kuat. Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Kesadaran inilah yang harus terus kita perkuat bersama. Sepak bola menjadi wahananya.” ujar Arie Ferdinand Waropen, saat musyawarah bersama di Ruang Co-Working Space Persema Reborn Stadion Gajayana Kota Malang.

Arie Ferdinand juga menambahkan, bahwa partisipasinya untuk merayakan HUT Kota Malang ke-112 tahun, dengan menyelengarakan Piala INTIM Damai ini, merupakan wujud nyata rasa cintanya kepada masyarakat Kota Malang. Termasuk wujud kepedulian dari masyarakat Indonesia Timur kepada Kota Malang. Karena di Kota Malang telah banyak menerima pelajar, mahasiswa dan perantau dari Indonesia Timur.

“Turnamen INTIM Damai ini juga menjadi bukti nyata bahwa sesungguhnya seluruh masyarakat Indonesia Timur itu sangat mencintai perdamaian, gotong royong dan guyub rukun, dimanapun mereka berada.” sambung Arie Ferdinand Waropen.

Sementara itu, Muhlis Tajudin yang menjadi salah satu Tokoh Masyarakat Maluku Utara yang ada di Kota Malang, menyampaikan bahwa gagasan Turnamen Sepak Bola Piala INTIM Damai ini, juga bisa menjadi wahana yang istimewa untuk memperkuat daya dukung pembangunan ekosistem sepak bola di Malang Raya. Termasuk menjadi wahana asimilasi dan akulturasi budaya yang damai melalui sepak bola. Sehingga, solidaritas dan guyub rukun bisa semakin diperkuat bersama dengan masyarakat seluas-luasnya di Malang Raya.

“Sepak bola sudah menjadi salah satu jiwa kehidupan di Malang Raya. Melalui sepak bola, dengan Piala INTIM Damai ini, kita bersama-sama bisa menyatukan Salam Satu Jiwa. Dalam semangat cinta damai dan tanah air.” ungkap Muhlis Tajudin, yang juga menjadi salah satu legenda sepak bola di Malang Raya, yang pernah bergabung dengan tim sepak bola Persema Malang. Juga menjadi salah satu koordinator Tim Persema Legends hingga saat ini.

Sementara itu, menurut Wahyu Eko Setiawan selaku perwakilan dari Malang City Football Academy (MCFA), menyampaikan bahwa gagasan Piala INTIM Damai yang sedang dimusyawarahkan bersama tersebut, merupakan inisiatif yang sangat istimewa. Apalagi untuk merayakan HUT Kota Malang ke-112 tahun. Tentu harus didukung oleh pihak nantinya. Termasuk dari pihak Forkopimda Malang Raya. Karena inisiatif tersebut juga mengusung semangat cinta damai dan tanah air.

“Bulan April 2026 nanti, Kota Malang genap berusia 112 tahun. Tentu, siapa saja boleh mempunyai inisiatif untuk berpartisipasi merayakannya. Terutama kalau merayakannya dengan kegiatan yang positif, kolaboratif dan progresif. Piala INTIM Damai ini adalah inisiatif yang sangat luar biasa.” ujar Wahyu Eko Setiawan, yang juga akrab disapa Sam WES.

Menurut Wahyu Eko Setiawan, masih dibutuhkan musyawarah lanjutan untuk menyepakati kepastian jumlah peserta, kontribusi, aturan main, keamanan, hingga bagaimana teknis lapangan nantinya. Karena wilayah Indonesia Timur (INTIM) ini juga sangat luas. Meliputi Papua, Maluku, NTT, NTB dan bisa jadi dari Sulawesi nanti mau ikut berpartisipasi. Harus direncanakan dengan sebaik-baiknya.

“Infonya, saudara-saudara di Papua sudah mau mengirimkan 12 Tim. Yang akan mewakili 6 Propinsi di Papua. Nah, jumlah tim yang akan berpartisipasi ini harus kita matangkan. Dengan prinsip keadilan, bukan hanya pemerataan. Karena animonya sangat tinggi.” sambung Sam WES.

Pos terkait