Ustadz Abu Umar: Dunia Boleh Memanas, Cianjur–Sukabumi Harus Tetap Adem

Ustadz Abu Umar Garis
Ustadz Abu Umar Garis

CIANJUR – Memanasnya konflik antara Iran dan Israel di Timur Tengah belakangan ini ternyata ikut menjadi perhatian serius di level akar rumput. Menyikapi hal tersebut, Panglima Ormas Gerakan Reformis Islam (GARIS), Ustadz Asep Ahmad Bentara atau yang akrab disapa Ustadz Abu Umar, angkat bicara.

Bukan untuk menambah panas suasana, Abu Umar justru hadir membawa pesan “pendingin” bagi warga di wilayah Cianjur dan Sukabumi. Ia meminta masyarakat tidak sampai “terbakar” emosi akibat dinamika global yang terjadi jauh di luar sana.

“Kita semua prihatin dengan apa yang terjadi antara Iran dan Israel. Tapi ingat, kita di Cianjur dan Sukabumi punya tanggung jawab menjaga rumah kita sendiri. Jangan sampai isu global ini malah bikin kita gesekan di tingkat lokal,” ujar Ustadz Abu Umar saat ditemui di sela kegiatannya, Rabu (22/4).

Tetap Keren, Tetap Kondusif
Ustadz Abu Umar menekankan beberapa poin penting agar situasi di wilayah Priangan Barat tetap terjaga:

Jangan Gampang Termakan Hoaks: Beliau mewanti-wanti netizen agar tidak asal share berita provokatif soal konflik luar negeri yang belum jelas sumbernya. “Saring sebelum sharing,” tegasnya.

Aksi Nyata Lewat Doa: Dibandingkan melakukan aksi yang berisiko memicu ketidaktertiban, ia mengajak jamaahnya untuk lebih fokus pada jalur langit. “Kalau sayang sama kemanusiaan, kirim doa. Itu lebih ampuh dan tidak bikin gaduh,” tambahnya.

No Toleransi buat Intoleransi: Panglima GARIS ini menegaskan tidak boleh ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi ini untuk memicu tindakan intoleran atau sweeping sepihak yang merugikan warga sendiri.

Sinergi Bareng Aparat: Pihaknya mengaku terus menjalin komunikasi intens dengan aparat keamanan demi memastikan tidak ada riak-riak kecil yang berubah jadi masalah besar di masyarakat.

Pesan untuk Anak Muda
Ustadz Abu Umar juga memberikan pesan khusus bagi generasi muda di Cianjur dan Sukabumi agar tetap cerdas dalam berpendapat di media sosial terkait isu internasional tersebut.

“Anak muda harus punya semangat, tapi juga harus punya hikmah (kebijaksanaan). Mari kita tunjukkan kalau warga Cianjur dan Sukabumi itu religius sekaligus cinta damai. Dunia boleh memanas, tapi hati dan wilayah kita harus tetap adem dan kondusif,” tutupnya dengan gaya santai.

Pos terkait