Jakarta – Koordinator Menteng Jaya, Suprihatin, mengingatkan masyarakat dan peserta aksi demonstrasi agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang berpotensi memicu terjadinya tindakan anarkis di tengah penyampaian aspirasi.
Menurut Suprihatin, aksi demonstrasi merupakan hak warga negara yang dijamin dalam demokrasi. Namun, aksi tersebut harus dilakukan secara tertib dan damai agar tidak merugikan masyarakat luas.
“Kalau menurut saya, aksi-aksi yang anarkis itu tidak pantas dan tidak baik dilihat. Tindakan seperti itu merugikan banyak pihak, mulai dari pengguna jalan hingga masyarakat yang sedang beraktivitas,” ujar Suprihatin.
Ia menilai kericuhan yang kerap terjadi dalam demonstrasi sering kali dipicu oleh keberadaan provokator atau penyusup yang masuk ke dalam barisan massa. Kehadiran pihak-pihak tersebut, kata dia, dapat mengubah aksi damai menjadi tindakan yang berujung pada kerusakan dan konflik.
“Biasanya kalau ada aksi yang berujung anarkis, pasti ada provokator atau penyusup yang mencoba memancing emosi massa. Karena itu peserta aksi jangan mudah terpancing dan jangan terpisah dari barisan,” katanya.
Suprihatin juga menyoroti pengaruh media dan informasi yang beredar di ruang digital. Menurutnya, masyarakat harus lebih bijak dalam menyaring informasi dan tidak langsung mempercayai ajakan-ajakan yang belum jelas kebenarannya.
“Ada informasi yang bersifat hoaks atau ajakan negatif yang bisa memengaruhi emosi masyarakat. Karena itu jangan langsung percaya atau terprovokasi. Cek dulu kebenarannya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa menyampaikan aspirasi untuk membela kebenaran adalah hal yang sah dalam negara demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar masyarakat tetap mengedepankan persatuan, menjaga ketertiban, dan tidak mudah terpecah belah oleh hasutan pihak-pihak tertentu.
“Kita boleh menyampaikan aspirasi, tetapi jangan sampai terprovokasi. Karena kalau sudah terjadi kerusuhan, yang rugi justru masyarakat sendiri. Kebersamaan harus dijaga agar tidak mudah dipecah belah oleh orang-orang yang tidak jelas tujuannya,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Suprihatin berpesan kepada seluruh masyarakat Indonesia agar tetap mengedepankan sikap kritis dan menjaga keamanan saat mengikuti aksi demonstrasi.
“Pesan saya sederhana, kalau ikut demonstrasi jangan mudah terprovokasi. Tetap berpikir jernih, jaga keamanan, dan sampaikan aspirasi dengan damai. Karena ketika kita terprovokasi, yang rugi pada akhirnya adalah kita semua,” pungkasnya.





